Thursday, October 02, 2008
Catatan Lebaran;
terasa ada sesuatu yang hilang...
1 Syawal 1428 H; 1 Oktober 2008. Ah, ternyata ini adalah lebaran keempat di negeri orang. Ya, pertama kali saya datang ke Negeri Seribu Menara ini pada tahun 2005, tepatnya 19 Okotober, pertengahan puasa tahun itu. Lebaran tahun itu, terasa sangat aneh dan ada rasa kehilangan yang sangat; tidak berkumpul bersama keluarga, tidak keliling kampung bermaaf-maafan dan...siangnya saya main bola...!!!. Wah, benar-benar pengalaman pertama yang menyedihkan. Setelah itu, hari-hari berjalan seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Tahun-tahun berikutnya, hampir sama seperti itu. Tapi ada satu hal yang membuat saya merasa tidak kesepian; mengikuti acara di masjid As-Salam yang diadakan kedutaan. Mungkin itu satu-satunya keramaian yang saya dapati.

Suasana agak berbeda saya dapati tahun ini. Ada kesibukan di hari terakhir Ramadhan sampai sekarang; keliling mengantarkan karleb ke bapak-bapak KBRI dan berbagai instansi di Masisir. Hari pertama kemarin, sehabis ashar saya ke KBRI mengikuti acara open house yang diadakan pak Dubes sembari memberikan karleb ke bapak-bapak kedutaan. Lumayan bisa mengirit tenaga dan ongkos daripada diantarkan satu-satu ke rumah, pikir saya. Sepulangnya dari sana, saya datang ke sekretariat almamater yang kebetulan juga mengadakan open house. Dan dari sana, saya ke rumah kawan yang ada di Gami; nonton bola sambil makan-makan. Ya, tahun ini lumayan banyak ikut acara open house, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Tapi tetap saja, ada rasa yang masih belum sempurna; tidak berkumpul bersama keluarga. Meski saya menemukan keluarga lain di sini, tapi tetap saja perasaan saya merasa bahwa tidak langsung sungkem ke orang tua dan sanak saudara di rumah adalah satu hal yang saya sebut kurang sempurna.

Saya masih ingat benar, setiap tahun di hari pertama lebaran keluarga berkumpul di rumah, sungkem. Keluarga di Jakarta mudik dan kami pasti berkumpul di tempat eyang. Setelah itu saya pulang, keliling kampung bersama kawan-kawan. Benar-benar saya merindui saat-saat itu.
Ah, entah kapan saya bisa menyempurnakan lebaran dengan berkumpul dan sungkem ke mereka.




NB: ibu, bapak, mas Rop n keluarga, dek Ihsan, mbah kakung ma mbah putri, lek Siti sekeluarga, lek Zen, Lek Mut sekeluarga, Lek Monah sekeluarga, pakde sekeluarga, keluarga besar dari bapak dan ibu, temen-temen di kampung...maaf lahir batin yaa...terus terang kangen banget ma kalian. Pengen banget, keliling kampung bareng kalian...;)
 
posted by elchecago at 10:01 PM | Permalink |


1 Comments:


  • At 12:41 PM, OpenID dewipraz

    Maaf lahir batin ya...
    makasih cardnya :)
    mudah2an lebaran taun depan bisa kumpul sama keluarga...